^^KONFIGURASI DHCP SERVER^^

0 komentar


File konfigurasi dhcpd default terletak pada /etc, Dengan nama file konfigurasi dhcpd.conf. Jadi, jika sudah ada tinggal melakukan edit file tersebut atau membuat file "dhcpd.conf"

Jika belum ada maka sebagaian dari acuan bisa melihat sampel "dhcpd.conf" di "/usr/share"/doc/dhcp-3.0.7/examples dan kemudian meng-copy ke /etc" .

Jika belum ada maka sebagian dari acuan bisa melihat sampel dhcpd.conf di /usr/share/doc/dhcp-3.0.7/examples dan kemudian meng-copy ke /etc.
  • option subnet-mask 255.255.255.0;

  • option broadcast-address 10.20.30.255;

  • No IP Router Local, sebagai informasi routing client ke router.

  • option router 192.168.10.30

  • Informasi DNS, diperlukan oleh client untuk meresolve informasi domain name, jika akan melakukan sambungan ke internet.

  • option domain-name-servers 10.10.1.5;

  • Domain Name dari Server DHCP, jika ada. atau bisa diisi sebagai penamaan localhost, tanpa harus menggunakan domain yang terdaftar.

  • option domain-name Bakti_idhata.net
  • Range IP, dalam subnet yang di informasikan pada nomer dua, untuk mengalokasikan ip yang akan di pinjamkan/ diberikan kepada client.

    subnet 10.20.30.0 netmask 255.255.255.0 {
    range 10.20.30.2 10.20.30.254; }

Pada prinsipnya file dhcpd.conf ada 2 yang berisi tentang informasi berikut :
  • Lease time, adalah waktu yang dialokasikan ketika sebuah IP dipinjamkan kepada komputer client, setelah waktu pinjam ini selesai, maka IP tersebut dapat dipinjam lagi oleh komputer yang sama, atau komputer tersebut mendapatkan nomer IP lain jika komputer yang sebelumnya dipinjam dipergunakan oleh komputer lain
  • Defautl lease time,maksudnya adalah lama waktu server meminjamkan alamat IP kepada client, dalam satuan detik, 600 detik. sedangankan max-lease-time adalah waktu maksimum yang di alokasikan untuk peminjaman ip oleh dhcp server ke client dalam satuan detik, 7200 detik.
    Pool Subnet IP yang Dipinjamkan, berisi keterangan IP Broadcast, dan subnet-masknya.

berarti IP address dari 10.20.30.2 sampai dengan 10.20.30.254 akan dipinjamkan ke client yang dilayani oleh server dhcp tersebut.
Jika diperhatikan dari konfigurasi di atas ada konfigurasi yang di dahului dengan kata option, ada yang tidak. Konfigurasi yang didahului oleh kata option di sebut parameter, menunjukkan konfigurasi pilihan yang disesuaikan dengan kondisi jaringan lokal, sedangkan konfigurasi yang tanpa di dahului oleh kata option, disebut deklarasi, menunjukkan konfigurasi kontrol dari kerja dhcp server tersebut.

Dns update-style,pilihan DNS-update-style diletakkan pada konfigurasi awal dhcpd.conf, parameter ini diperlukan jika server menggunakan dynamic dns lokal, yang akan memetakan client lokal dengan sebuah nama, untuk setiap IP yang di pinjamkan ke client, sehingga dhcp server akan melakukan update dns jika server menggunakan dns untuk meresolve nama server dan client. ISC (Internet Software Consortium) yang membuat aplikasi isc-dhcp ini mengisyaratkan untuk secara default menggunakan parameter ddns-update-style ini. Ada 3 pilihan ddns-update-style ini yakni interim, adhoc, dan none. Karena saya tidak menggunakan dynamic dns maka saya menggunakan pilihan ddns-update-style none.

dns-update-style none;

Authoritative,parameter ini dipergunakan untuk mengembalikan ke status awal, jika ada client yang baru bergabung dengan LAN dhcp, yang berasal dari subnet lain, server dhcp akan memberikan DHCPNACK ke client yang baru terhubung dengan jaringan, untuk kembali ke status awal, dan menghapus status jaringan yang lama. Jika ingin dhcp server lebih reliable dalam menangani lease ip client, maka jangan lupakan parameter berikut ini

authoritative;

IP Adress Permanen,mengalokasikan IP yang bersifat tetap kepada client berdasarkan nomer MAC address dari ethernet/Lan Card yang di pergunakan oleh komputer client.

host frontoffice {
hardware ethernet 08:30:84:9E:2F:45;
fixed-address 10.20.30.5;
}


Berikut ini adalah contoh file konfigurasi :

  • #sampel dhcpd.conf
  • authoritative;
  • ddns-update-style none;
  • default-lease-time 600;
  • max-lease-time 7200;
  • option subnet-mask 255.255.255.0;
  • option broadcast-address 10.20.30.255;
  • option router 192.168.10.30
  • option domain-name-servers 10.10.1.5;
  • option domain-name bengkel-oprek.net;
  • subnet 10.20.30.0 netmask 255.255.255.0 {
  • range 10.20.30.2 10.20.30.254; }
  • host frontoffice {
  • hardware ethernet 08:30:84:9E:2F:45;
  • fixed-address 10.20.30.5;
  • }
  • #(akhir konfigurasi)

Menjalankan Service DHCP Server :


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebelum melakukan start DHCP server untuk pertama kalinya.

1. File dhcpd.leases, yang berisi log leasing nomer ip ke client, secara default file ini terletak di bawah direktori /var/db/dhcp.lease, jika belum ada maka perlu membuat file kosong bernama dhcpd.leases.

mybsd#touch /var/db/dhcpd.leases

2. LAN Card yang terhubung ke jaringan lokal, untuk direktif ketika mulai melakukan start dhcp server, bahwa akan melakukan service dhcp melalui LAN Card tersebut, misalnya fxp0. Selanjutnya jalankan dhcp server.

mybsd#/usr/sbin/dhcpd eth2

Jika tidak ada pesan error ketika mengeksekusi perintah di atas, DHCP server sudah bisa melayani leasing IP address ke beberapa client.

  • mybsd# tail /var/db/dhcpd.leases
  • }
  • lease 10.20.30.45 {
  • starts 1 2008/02/04 02:46:11;
  • ends 1 2008/02/04 03:46:11;
  • binding state active;
  • next binding state free;
  • hardware ethernet 00:01:03:04:e7:d1;
  • uid “0100010304\347\321″;
  • client-hostname “hostku″; }

Konfigurasi DHCP (Dynamic Host Control Protokol)^^


DHCP server adalah layanan yang memberikan alamat IP otomatis kepada komputer-komputer client pada suatu LAN. Layanan DHCP ini kini makin penting dengan makin maraknya jaringan wireless. Untungnya, hal ini mudah disetup pakai dnsmasq.

Bayangkan kita punya sebuah LAN dengan banyak komputer. Setiap komputer tentunya perlu alamat IP yang unik. Dengan cara manual, kita harus berikan alamat IP ini secara statik ke masing-masing komputer. kalau komputernya ada 100 atau lebih, pegel juga kan ;-)

Nah di sinilah perlunya DHCP (Dynamic Host Control Protocol). Secara umum, konfigurasi DHCP adalah sebagai berikut


[dhcp server]--------{LAN}--------[client (banyak sekali)]
Cara kerja sistem ini adalah:
  1. Pada suatu LAN, cukup ada SATU DHCP server. DHCP server ini diset untuk membagikan alamat IP dengan rentang tertentu, misal 192.168.0.100 - 192.168.0.199.
  2. Ada banyak komputer client. Setiap komputer diset agar TCP/IP nya memakai mode AUTO.
  3. Saat komputer client dihidupkan, dia akan menyebarkan permintaan alamat IP.
  4. Si DHCP server akan menangkap permintaan ini, lalu memberikan nomor IP unik dalam rentang yang telah ditentukan. Bersamaan dengan itu, juga dapat diberikan informasi lain seperti netmask, alamat dns server, maupun gateway.
  5. Si client bisa men-set TCP/IP-nya sesuai informasi yang diberikan dan mulai bekerja.
  6. Alamat IP ini hanya pinjaman. Setelah selang waktu yang ditentukan, DHCP server akan menagihnya kembali agar dapat dipinjamkan ke client lain. Jadi si client harus memperbaharui pinjamannya (leasing) secara berkala

Sementara itu ada hal tak kalah penting yang harus dilakukan. Saat DHCP server meminjamkan nomor IP,
nama domain yang bersangkutan harus disinkronkan agar akses ke nama domain tak salah alamat.
Jelas bahwa hal ini erat kaitannya dengan DNS server. Karena DNSMASQ adalah sekaligus dns server, hal ini akan otomatis terjadi. Tidak demikian halnya jika kita memakai paket terpisah, misalnya bind + dhcpd.

DHCP SERVER SEDERHANA

Kini mari kita coba setup dnsmasq untuk konfigurasi sebagai berikut

[client]---{LAN}---[gateway (dnsmasq)]---{INTERNET}----[provider (dns server)]

Dalam hal ini, dnsmasq bertindak sebagai dhcp server sekaligus dns server. Misalkan saja LAN ini memiliki data sebagai berikut:

  • Nomor IP : 192.168.0.1 - 192.168.0.254
  • Netmask : 255.255.255.0
  • Gateway : 192.168.0.254
  • DNS server : 192.168.0.254

Kemudian alamat IP yang tersedia kita alokasikan sebagai berikut:
    • Untuk client dengan IP statik : 192.168.0.1 - 192.168.0.127
    • Untuk client dengan IP dinamik : 192.168.0.128 - 192.168.0.191
    • Untuk server eksternal : 192.168.0.192 - 192.168.0.223
    • Untuk server internal : 192.168.0.224 - 192.168.0.254

Oh ya, sekedar tips. Pembagian tersebut diatur demikian rupa menurut rentang kepangkatan angka binari (128 + 64 + 64) sehingga nantinya enak kalau kita pasang firewall.

Nah, kini kita bisa mulai mengkonfigurasi dnsmasq:
  1. Konfigurasi dnsmasq sebagai dnsserver (lihat artikel sebelumnya).
  2. Untuk mengaktifkannya sebagai dhcp server, astaga, ternyata mudah sekali. Cukup edit /etc/dnsmasq.conf pada bagian-bagian berikut:
# Set the domain for dnsmasq. this is optional, but if it is set, it
# does the following things.
# Allows DHCP hosts to have fully qualified domain names, as long
# as the domain part matches this setting.
# Sets the "domain" DHCP option thereby potentially setting the
# domain of all systems configured by DHCP
# Provides the domain part for "expand-hosts"
domain=kampus.lan

# Uncomment this to enable the integrated DHCP server, you need
# to supply the range of addresses available for lease an
optionally
# a lease time. If you have more than one network, you will need to
# repeat this for each network on which you want to supply DHCP
# service.
dhcp-range=192.168.0.128,192.168.0.191,12h

# Send options to hosts which ask for a DHCP lease.
# See RFC 2132 for details of available options.
# Note that all the common settings, such as netmask and
# broadcast address, DNS server and default route, are given
# sane defaults by dnsmasq. You very likely will not need any
# any dhcp-options. If you use Windows clients and Samba, there
# are some options which are recommended, they are detailed at the
# end of this section.
# For reference, the common options are:
# subnet mask - 1
# default router - 3
# DNS server - 6
# broadcast address - 28
dhcp-option=1,255.255.255.0
dhcp-option=3,192.168.0.254
dhcp-option=6,192.168.0.254
dhcp-option=28,192.168.0.255

# The DHCP server needs somewhere on disk to keep its lease database.
# This defaults to a sane location, but if you want to change it, use
# the line below.
dhcp-leasefile=/var/run/dnsmasq/dnsmasq.leases


DHCP SERVER LEBIH JAUH

Ada beberapa setting di dnsmasq.conf untuk fitur-fitur lebih kompleks, misalkan saja:

  • Atur agar client dengan nama domain tertentu selalu mendapat IP khusus
# Give the machine which says it's name is "dosen01" IP address

# 192.168.0.130 and an infinite lease
dhcp-host=dosen01,192.168.0.130,infinite
Agar hal ini bisa bekerja, pastikan tiap client memiliki nama yang benar. Di Linux, set /etc/HOSTNAME. Sementara itu di Windows, isikan nama domain pada setting TCP/IP.

  • Atur agar client tertentu mendapat IP yang sesuai dengan nama domain di /etc/hosts
# Enable the address given for "lab01" in /etc/hosts

# to be given to a machine presenting the name "lab01" when
# it asks for a DHCP lease.
dhcp-host=lab01
Hal ini memungkinkan sinkronisasi otomatis dengan dns server.

  • Atur agar client dengan MAC address tertentu selalu mendapat IP khusus
# Always allocate the host with ethernet address 11:22:33:44:55:66
# The IP address 192.168.0.129
dhcp-host=11:22:33:44:55:66,192.168.0.129











If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

No Response to "^^KONFIGURASI DHCP SERVER^^"

Posting Komentar